Anda sudah lihat iklan National Geographic yang cukup baru? Live Curious adalah tema-nya… Videoclip bisa anda download disini: http://www.youtube.com/watch?v=2h74feiPrX4
Aslinya video clip ini tidak ada text-nya, tapi saya tambahkan text agar mudah memahami ucapannya, terutama buat yg bahasa Inggrisnya buruk seperti aku ini..:)
Text-nya sangat "dalam" sekali, seperti ini:
" If you are, you breath.
If you breath, you talk.
If you talk, you ask.
If you ask, you think.
If you think, you search.
If you search, you experience.
If you experience, you learn.
If you learn, you grow.
If you grow, you wish.
If you wish, you find.
If you find, you doubt.
If you doubt, you question.
If you question, you understand.
If you understand, you know.
If you know, you want to know more
And if you want to know more, you are alive
Live Curious…. (National Geographic) "
Kadang saya berpikir setelah berpuluh-puluh tahun menjalani hidup, saya masih belum terlalu curious terhadap kehidupan ini.
Masih banyak hal-hal yang belum saya alami, belum saya dapatkan, dan belum saya ketahui.
Kebanyakan karena saya takut untuk mengalami-nya (walau saya sebetulnya termasuk orang yang bosen-an dan cenderung suka hal-hal baru), dan kadang karena merasa terlalu nyaman di "zona tampak nyaman" (walau mungkin bukan benar2 zona nyaman, namun karena kita terbiasa disitu, tahu apa yang diharapkan akan terjadi, tahu harus berespons apa, maka kita anggap itu sebagai zona nyaman). Kadang pula karena kita terlalu sibuk dengan rutinitas hidup kita, sehingga kita lupa untuk "berhenti sejenak", dan bertanya tentang hal-hal yang tidak kita ketahui .. And try to be more curious to this life…
Sometimes I think, if we do live our life more curious, we will see this world with different view…
Kita akan melihat every day is a new day… a new day to explore new things….
Mungkin kita tidak harus melakukan hiking ke pegunungan, atau harus diving di sebuah perairan..
Tapi menjalani hari kita dengan lebih memberikan focus kepada apa yang terjadi diluar kita dan apa yang dirasakan oleh diri kita mungkin sudah menjadi one step to be curious…
Merasakan sensasi setiap hirupan kopi di lidah dan tenggorokan kita,
Mencoba route perjalanan yang baru sambil menikmati view baru dengan lebih intim,
Belajar hal-hal baru yang belum pernah kita pikirkan sebelumnya,
Mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita anggap sebagai sebuah "Kebenaran", dan melakukan "Pencarian" terhadapnya… (sometimes we need to take time to doubt things we believe, so that we start to question it, and learn to understand what we believe…)
Berinteraksi dengan orang lain dengan lebih berusaha memahami bagaimana mereka berpikir dan merasa (there are wisdoms as God's messsage in every person life, either in their misery or their joy)...
…Semua itu mungkin akan membuat kita menemukan hal-hal baru yang tidak pernah kita perhatikan sebelumnya…
…dan menjalani kehidupan ini layaknya seorang anak, yang memandang dunia dengan penuh rasa ingin tahu..
Kadang saya pergi berenang ke kolam renang di pagi hari, tidak untuk berpacu renang dari satu tepi ke tepi (seperti yg dilakukan kebanyakan orang), melainkan saya pasang snorkel saya, dan saya menikmati berjalan, berputar, bergerak seperti layaknya di darat, namun saya lakukan di dalam kolam.
Sensasi yang ada luar biasa, bagaikan menjadi seorang manusia ikan yang hidup di alam air…
Bayangkan kalau kita snorkel betulan di laut yang indah… Apalagi kalau kita melakukan diving di taman laut yang indah…
Dan saya pun berencana untuk belajar diving…… Saya cukup punya fear terhadap laut, namun kini saya ingin menghadapi fear saya untuk mendapatkan hal-hal baru..
Push the limit to get a higher limit… go through the border of ordinary to find the extraordinary…..
So, do not be afraid to be curious….
Live curious, live to the fullest….
Papua, 21-March-2010
"semoga tulisan ini bisa menginspirasi diri saya dan lainnya
Friday, May 21, 2010
Thursday, January 21, 2010
'Trust your omen' - wisdom from "The Alchemist"
"Yang penting bagi domba2 itu hanyalah makanan dan air. Selama si anak bisa mencarikan padang2 rumput terbaik di Andalusia, domba2itu akan menjadi teman2nya....
Mereka puas sekedar mendapatkan makanan dan air, dan sebagai imbalannya dengan murah hati mereka memberikan wol mereka, persahabatan mereka, dan -sesekali- daging mereka.
Andai hari ini aku menjadi monster dan memutuskan membunuh mereka satu per satu, mereka baru akan menyadarinya saat sebagian besar kawanan ini sudah terbantai, pikir anak gembala itu.
Mereka mempercayaiku, dan mereka sudah lupa bagaimana mengandalkan insting2 mereka sendiri, sebab akulah yg menggiring mereka untuk mendapatkan makanan.
Mereka puas sekedar mendapatkan makanan dan air, dan sebagai imbalannya dengan murah hati mereka memberikan wol mereka, persahabatan mereka, dan -sesekali- daging mereka.
Andai hari ini aku menjadi monster dan memutuskan membunuh mereka satu per satu, mereka baru akan menyadarinya saat sebagian besar kawanan ini sudah terbantai, pikir anak gembala itu.
Mereka mempercayaiku, dan mereka sudah lupa bagaimana mengandalkan insting2 mereka sendiri, sebab akulah yg menggiring mereka untuk mendapatkan makanan.
--The Alchemist, Paulo Coelho
Friday, December 09, 2005
Serendipitas -
Finally I did it !
Akhirnya blog ini tercipta juga, setelah sekian lama menunda-nunda. Ada pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantui pikiran sebelumnya, seperti "Why ? Why do you wanna write a blog ?" After all, I am not a trully sentimental person who likes to express feelings into writings…
Then one day, a friend gave fasting-day speech in the office, and he remind us that every human has obligation to contribute good deeds into this life. You can contribute any kind of good deeds, mulai dari harta, jiwa, tenaga, pemikiran, pengetahuan, waktu, namun sharing "knowledge & experience" adalah hal yang paling ringan untuk dilakukan. Dan pahala akan terus diterima bahkan setelah anda wafat… Dan mudah2an blog ini bisa menjadi ladang pahala "pengetahuan dan pengalaman" yang bermanfaat…
Then, why the title is "Serendipitas" ?
Serendipitas atau serendipity adalah istilah yang diperkenalkan oleh Horace Walpole tahun 1754, berasal dari dongeng Persia tentang Tiga Pangeran dari Serendip. (Serendip adalah nama dalam Persian kuno untuk Sri Lanka). Kisah dongeng ini melibatkan kasus2 penggunaan deduksi yang mengagumkan (seperti halnya Sherlock Holmes), yang lalu menuntun pada hadiah-hadiah tak terduga dari sang raja.
Serendipity adalah menemukan sesuatu yang tak terduga dan berguna saat sedang mencari hal-hal yang lain.
Serendipity merupakan hasil dari kecerdasan mengenali situasi, bekerja keras, dan keberuntungan. Atau dalam istilah saya sendiri, serendipity adalah hasil dari kecerdasan untuk bertindak, berjuang seklimaks mungkin, dan keajaiban yang terjadi.
Contoh-contoh serendipity, ditemukannya kemampuan antibiotik dari penicillin oleh Alexander Fleming saat dia sedang membersihkan lab-nya, dimana dia menemukan lingkaran halo disekitar jamur Penicillium notatum yang mengkontaminasi biakan Staphylococcus pada salah satu percobaannya. Penicillin ini kemudian menyelamatkan jutaan nyawa manusia, terutama saat Perang Dunia II berlangsung.
Serendipity lainnya, pada tahun 1968, seorang peneliti di 3M bernama Spencer Silver, sedang mendisain perekat yang kuat. Namun yang tercipta justru perekat yang sangat lemah. Baru tahun 1974, rekannya, Arthur Fry, menggunakan perekat itu sebagai penanda buku, yang kemudian dikenal sebagai Post-it notes.
Pernah membaca kisah Archimedes yang lari keluar bak mandi bertelanjang bulat sambil berteriak "Eureka!" ? Itupun sebuah Serendipity, dimana hukum Archimedes lalu menjadi banyak acuan sebagai teknik untuk menguji kemurnian emas tanpa merusak.
Lawan kata dari "serendipity" adalah "zemblanity", yang diperkenalkan oleh William Boyd, yang berarti: "menemukan kesedihan, kesialan yang tak diharapkan". Kata ini diambil dari "Novaya Zemlya (atau Nova Zembi)", sebuah daerah di Rusia yang dingin, tandus, dan berlawanan dengan suburnya Sri Lanka (Serendip), yang juga menjadi daerah uji coba nuklir Rusia di masa Cold War.
Tapi mengapa "Serendipitas" ?
Oke, saya mengambil istilan ini karena saya merasa bahwa hidup saya pun adalah sebuah Serendipitas. Apa yang saya rencanakan, saya lakukan, dan saya dapatkan seringkali tidak sesuai, namun sebagaimana halnya Serendipitas, justru memunculkan kelimpahan yang lain bagi diri saya. Srendipity saya terjadi setelah saya berani untuk ambil tindakan, dan terjadinya keajaiban yang menyertainya. Sebagaimana yang dikatakan Tung Desem Waringin, pembicara motivator :
"No Action, Nothings happen
Take Action, Miracles may happen
Learn and Take Action, Amazing things will happen"
Semua "miracles" yang saya alami terjadi setelah saya "take action". Dan seringkali "take action" yang saya lakukan adalah yang tanpa banyak berpikir, 'quick actions', yang dilandasi oleh intuisi - 'intuitive act / instingtively act'.
Traveling overseas, have beautiful wife and smarts kids, working on Oil & Gas industri, have rumah kost, etc is only parts of my serendipity - my "miracles", again, as the result of my "take action" - often intuitive action. If only I do not take action intuitively, then probably I will not get most of the 'serendipities treasury' that I have now.
I believe that serendipity is the way God helps people in this world to get survive.
When the cave people had to hunt giant pre-historic animals, God give serendipity of finding long lasting fire (inventing of pine oil that contain terpentine).
Ketika populasi manusia membludak, Tuhan memberikan serendipity dimulainya kultur bertani di berbagai bangsa.
Dan ketika cadangan minyak yang terambil mulai menipis, Tuhan memberikan serendipity ditemukannya teknologi2 mutakhir untuk mengakses cadangan minyak lainnya di tempat yang lebih dalam dan lebih sulit terjangkau oleh teknologi sebelumnya.
Di tataran pribadi, Tuhan menjawab doa hamba2nya yang bersungguh-sungguh berdoa, berkeyakinan, dan melakukan sunnah-nya doa, yaitu 'take action', dengan 'serendipity', pertolongan dari arah yang tak disangka-sangka.
So, this is my wisdom words for you: "Be dare to take action, then Miracles may be your serendipity".
Finally I did it !
Akhirnya blog ini tercipta juga, setelah sekian lama menunda-nunda. Ada pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantui pikiran sebelumnya, seperti "Why ? Why do you wanna write a blog ?" After all, I am not a trully sentimental person who likes to express feelings into writings…
Then one day, a friend gave fasting-day speech in the office, and he remind us that every human has obligation to contribute good deeds into this life. You can contribute any kind of good deeds, mulai dari harta, jiwa, tenaga, pemikiran, pengetahuan, waktu, namun sharing "knowledge & experience" adalah hal yang paling ringan untuk dilakukan. Dan pahala akan terus diterima bahkan setelah anda wafat… Dan mudah2an blog ini bisa menjadi ladang pahala "pengetahuan dan pengalaman" yang bermanfaat…
Then, why the title is "Serendipitas" ?
Serendipitas atau serendipity adalah istilah yang diperkenalkan oleh Horace Walpole tahun 1754, berasal dari dongeng Persia tentang Tiga Pangeran dari Serendip. (Serendip adalah nama dalam Persian kuno untuk Sri Lanka). Kisah dongeng ini melibatkan kasus2 penggunaan deduksi yang mengagumkan (seperti halnya Sherlock Holmes), yang lalu menuntun pada hadiah-hadiah tak terduga dari sang raja.
Serendipity adalah menemukan sesuatu yang tak terduga dan berguna saat sedang mencari hal-hal yang lain.
Serendipity merupakan hasil dari kecerdasan mengenali situasi, bekerja keras, dan keberuntungan. Atau dalam istilah saya sendiri, serendipity adalah hasil dari kecerdasan untuk bertindak, berjuang seklimaks mungkin, dan keajaiban yang terjadi.
Contoh-contoh serendipity, ditemukannya kemampuan antibiotik dari penicillin oleh Alexander Fleming saat dia sedang membersihkan lab-nya, dimana dia menemukan lingkaran halo disekitar jamur Penicillium notatum yang mengkontaminasi biakan Staphylococcus pada salah satu percobaannya. Penicillin ini kemudian menyelamatkan jutaan nyawa manusia, terutama saat Perang Dunia II berlangsung.
Serendipity lainnya, pada tahun 1968, seorang peneliti di 3M bernama Spencer Silver, sedang mendisain perekat yang kuat. Namun yang tercipta justru perekat yang sangat lemah. Baru tahun 1974, rekannya, Arthur Fry, menggunakan perekat itu sebagai penanda buku, yang kemudian dikenal sebagai Post-it notes.
Pernah membaca kisah Archimedes yang lari keluar bak mandi bertelanjang bulat sambil berteriak "Eureka!" ? Itupun sebuah Serendipity, dimana hukum Archimedes lalu menjadi banyak acuan sebagai teknik untuk menguji kemurnian emas tanpa merusak.
Lawan kata dari "serendipity" adalah "zemblanity", yang diperkenalkan oleh William Boyd, yang berarti: "menemukan kesedihan, kesialan yang tak diharapkan". Kata ini diambil dari "Novaya Zemlya (atau Nova Zembi)", sebuah daerah di Rusia yang dingin, tandus, dan berlawanan dengan suburnya Sri Lanka (Serendip), yang juga menjadi daerah uji coba nuklir Rusia di masa Cold War.
Tapi mengapa "Serendipitas" ?
Oke, saya mengambil istilan ini karena saya merasa bahwa hidup saya pun adalah sebuah Serendipitas. Apa yang saya rencanakan, saya lakukan, dan saya dapatkan seringkali tidak sesuai, namun sebagaimana halnya Serendipitas, justru memunculkan kelimpahan yang lain bagi diri saya. Srendipity saya terjadi setelah saya berani untuk ambil tindakan, dan terjadinya keajaiban yang menyertainya. Sebagaimana yang dikatakan Tung Desem Waringin, pembicara motivator :
"No Action, Nothings happen
Take Action, Miracles may happen
Learn and Take Action, Amazing things will happen"
Semua "miracles" yang saya alami terjadi setelah saya "take action". Dan seringkali "take action" yang saya lakukan adalah yang tanpa banyak berpikir, 'quick actions', yang dilandasi oleh intuisi - 'intuitive act / instingtively act'.
Traveling overseas, have beautiful wife and smarts kids, working on Oil & Gas industri, have rumah kost, etc is only parts of my serendipity - my "miracles", again, as the result of my "take action" - often intuitive action. If only I do not take action intuitively, then probably I will not get most of the 'serendipities treasury' that I have now.
I believe that serendipity is the way God helps people in this world to get survive.
When the cave people had to hunt giant pre-historic animals, God give serendipity of finding long lasting fire (inventing of pine oil that contain terpentine).
Ketika populasi manusia membludak, Tuhan memberikan serendipity dimulainya kultur bertani di berbagai bangsa.
Dan ketika cadangan minyak yang terambil mulai menipis, Tuhan memberikan serendipity ditemukannya teknologi2 mutakhir untuk mengakses cadangan minyak lainnya di tempat yang lebih dalam dan lebih sulit terjangkau oleh teknologi sebelumnya.
Di tataran pribadi, Tuhan menjawab doa hamba2nya yang bersungguh-sungguh berdoa, berkeyakinan, dan melakukan sunnah-nya doa, yaitu 'take action', dengan 'serendipity', pertolongan dari arah yang tak disangka-sangka.
So, this is my wisdom words for you: "Be dare to take action, then Miracles may be your serendipity".
Subscribe to:
Posts (Atom)